Asal Usul Islam Masuk Ke Nusantara

Asal Usul Islam Masuk Ke Nusantara - Sejak jaman kerajan Sriwijaya dan Maja Pahir nama Nusantara telah di kenal. Kemudian secara geografis cakupan wilayah Nusantara ini lebih luas dari pada cakupan wilayah Indonesia sekarang. Wilayah cakupan Nusantara ini meliputi kepulauan yang ada di Asia Tenggara sampai ke kepulauan Solomon di Papua Nugini.

Negeri Bawah Angin merupakan nama yang dikenal pada masa lalu untuk menyebut wilayah Nusantara, sealain itu juga sering disebut sebagai Lesser India atau India Kecil. Namun untuk orang yang berada di wilayah cakupan Nusantara sendiri lebih akrab menyebutnya dengan "Negeri Bawah Angin". Sementara orang Nusantara akan menyebut wilayah India, Persia dan Arab dengan sebutan "Negeri Atas Angin".

Kemudian orang-orang Nusantara yang berada di Haromain (Mekah dan Madina) sering disebut oleh orang Arab dengan sebutan Jawi. Sehingga para ulamanya sering mendapat julukan sebagai Ulama Jawi. Seperti sebutan yang mengait kepada Iman Nawawi Banten dengan sebutan al-Jawi.

Teori Asal Usul Islam Masuk Ke Nusantara


Asal Usul Islam Masuk Ke Nusantara

Sejak jaman dahulu nenek moyang bangsa Indonesia ini sebenarnya sudah dikenal sebagai bangsa yang memiliki para pelayar ulung dan mumpuni dalam menaklukan samudra. Rute-rute pelayaran untuk perjalanan dagang bangsa Nusantara ke wilayah daratan Asia sebenarnya sudah ada semenjak awal Masehi dan dikenal dengan jalur sutera. Kemudian wilayah yang menjadi titik perhatian para pedagang di wilayah barat Nusantara adalah Malaka, karena Malaka ini memiliki hasil bumi yang sangat menarik bagi para pedagang. Selain itu Malaka juga menjadi lintasan penting bagi Cina dan India.

Hasil bumi berupa pala dan cengkeh yang berasal dari Maluku guna bisa dijual kepada para pembeli asing, maka di pasarkan di Jawa dan Sumatra. Karena pelabuhan-pelabuhan penting tempat para pembeli asing mencari rempah, ada di pulau Jawa dan Sumatra. Hal seperti ini berlangsung pada sekitar abad ke 1 sampai abad ke 7 Masehi. Lamuri di Aceh, Barus dan palembang di Sumatra, kemudian Sunda Kelapa dan Gresik yang ada di pulau Jawa, merupakan pelabuhan-pelabuhan penting tempat yang menjadi paporit bagi persinggahan para pedagang Asing.

Para pedagang asing yang berasal dari Arab, mereka tidak hanya menjalankan kegiatan dagang, tetapi di sisi lain mereka pun melakukan dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Oleh karena itulah para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Islam sudah sampai ke Nusantara itu sejak para pedagang Arab Muslim datang ke pelabuhan-pelabuhan yang ada di Sumatra dan Jawa tersebut. Namun, belum terorganisir dengan jelas dalam penyebarannya dan belum sampai ke pedalaman.

Mengenai masuknya Islam ke Nusantara, telah memunculkan perdebatan dikalangan ahli sejarah mengenai siapa yang membawa dan kapan sampainya?. Sehingga banyak sekali ditemukan hasil kajian dari para ahli sejarah ini mengenai proses masuknya Islam ke Nusantara. Setidaknya ada 3 teori yang menyatakan proses masuknya Islam ke Nusantara yaitu; Persia, India dan Arab.

Terori yang pertama menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia. Kemudian yang menjadi dasar alasan dari teori yang pertama ini adalah adanya peringatan 10 asyuro di Sumatra bagian urara. Dimana peringatan hari Asyura ini bertujuan mengenang wafatnya sayidin Hasan dan Husain cucu dari Rosulullah saw. Selain bukti ini ada juga serapan bahasa yang muncul di wilayah Sumatra yang di yakini berasal dari bahasa Iran, seperti Jabar, jer dan lain-lain. Teori pertama ini mengambil kesimpulan bahwa Islam masuk ke wilayah Sumatra pada sekitar abag ke-13. Kemudian wilayah pertama yang di masuki adalah Samudra Pasai.
Teori pertama ini juga dikuatkan oleh Marrison dengan dalih adanya pengaruh yang sangat kuat yang berasal dari Persia dalam kosa kata yang terdapat dalam kesusastraan Melayu. selain itu ada penegasan bahaw al-Qadhi Amir Sayyid as-Syirazi dari Persia pernah datang dan berkunjung ke kerajaan Samudra Pasai.

Teori yang ke dua datang dari seorang misionaris belanda yang bernama Snouck Hurgronje. Dalam teorinya dia berpendapat bahwa Islam masuk ke wilayah Nusantara melalui India. Kemudian secara jelas dia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui kota Dakka, India. Ada juga ahli sejarah lain yang berasal dari belanda yaitu; Pijnapel dan Moquette yang berpendapat bahwa Islam datang ke Nusantara dari Malabar dan Gujarat, India. yang menjadi dasar pendapat teori ke dua ini adalah adanya kesamaan madzhab yang dianut oleh kaum muslimin yang ada di Nusantara dan Gujarat, India.
Teori yang ke tiga datang dari ahli sejarah bernama Keijzer. Menurutnya Islam masuk ke Nusantara melalui Mesir. Dasar teorinya adalah ada kesamaan Madzhab yang di anut yaitu mazhab Syafi'i. Selain Keijzer ada Nieman dan de Holander yang menyatakan bahaw Hadromaut sebagai tempat Islam berasal. Secara umum rata-rata para ahli sejarah di Indonesia sangat setuju dengan teori ini.

Sebagai bagian terakhir dari tulisan ini, penulis memandang sebuah hikmah yang sangat besar dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia ini. Bahwa bisa jadi sumber budaya yang membawa Islam ke Indonesia itu memiliki ragam karakter yang berbeda. Sehingga dari ragam budaya yang berbeda ini telah melahirkan model Islam yang Rahmatan lil Alamin. Dimana nilai-nilai Islam mampu bersinergi dengan karakteristik budaya yang ada di Indonesia.

Belum ada Komentar untuk "Asal Usul Islam Masuk Ke Nusantara"

Posting Komentar

Jangan sungkan untuk memberikan komentar! Tetapi, tetap menjaga tata krama dalam berbahasa. Mari kita jadikan dunia maya sebagai wahana untuk saling berbagi kebaikan.
Terima Kasih!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel